Blogger templates

Pages

Saturday, 5 November 2016

Kisah kejadian seorang dosen UMSB yang tidak mengerti ISLAM.

SAYA HANYA MENGINJAK AL QUR'AN



                JAKARTA- (30/10/2016) Dosen UMSB yang terkenal liberal itu mulai berceramah. Namun, ia tidak langsung masuk ke mata kuliahnya. Ia justru berbicara tentang fenomena umat Islam yang menurutnya pemarah.

-" Ada yang memprotes adzan, marah. Ada yang membakar Al Quran, marah. Ada yg melecehkan surat Al , marah.

"Padahal, menurutnya, yang dibakar itu hanya kertas. Sedangkan Al Quran yang sebenarnya ada di 
[-lauhul mahfudz-]. Tak bisa dibakar, tak bisa dilecehkan.

-“Saya benar-benar heran dengan umat Islam. Terlalu lebay, menurut saya. Hanya karena ada yang menginjak mushaf Al Quran, mereka marah lalu ribuan orang menggelar demonstrasi di mana-mana. Padahal yang dibakar itu cuma kertas. Hanya media tempat menulis Al Quran. Al Quran aslinya ada di [-lauhul mahfuzh-] kata dosen itu. 

-“Saya pikir para mahasiswa harus dicerdaskan soal ini.”-



"Ruang kuliah itu hening beberapa saat. Sebagian mahasiswa agaknya setuju dengan pemikiran sang dosen. Hingga kemudian, seorang mahasiswa yang dikenal cerdas mengacungkan tangan.



-“Memang Al Quran itu, hakikatnya ada di lauhul [-mahfuzh-] katanya sambil berjalan mendekati dosen.



-“Maaf, Pak. Boleh saya melihat makalah Bapak ?



"Wajah mahasiswa lainnya menegang. Mereka khawatir akan ada insiden yang tidak terduga antara mahasiswa yang dikenal sebagai aktifis dakwah itu dengan dosennya yang liberal.



-“Makalah ini bagus Pak !



"Wajah-wajah yang tadinya sempat tegang kini normal kembali. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu, mahasiwa tersebut melempar makalah ke lantai kemudian menginjaknya.



-“Sayang sekali analisanya kurang komprehensif"-



"Tak cukup menginjak. Ia ludahi makalah itu kemudian ia injak-injak lagi. Praktis makalah tersebut menjadi kotor dan rusak".

"Di dekatnya, sang dosen melotot. Mukanya merah padam. Kedua telapak tangannya menggenggam erat".




-“Kurang ajar, Kamu menghina karya ilmiah saya. Kamu menghina pemikiran saya"- (kata sang dosen) sembari melayangkan tangannya ke arah mahasiswa. Namun, dengan cekatan mahasiswa itu menangkisnya.



-“Marah ya Pak ? Saya hanya menginjak kertas. Saya hanya meludahi kertas. Saya hanya melecehkan kertas. Saya tidak melecehkan pemikiran Bapak karena pemikiran Bapak ada di kepala Bapak. Saya kan tidak menginjak kepala Bapak. Saya pikir Bapak harus dicerdaskan soal ini-".



"Mendengar itu, sang dosen tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti mendapatkan serangan balik yang mematikan. Segera, buku-bukunya dikemasi dan ia meninggalkan ruang kuliah itu dengan muka merah padam".



%(Semoga para pembaca mendapat pengertian ilmu dan pengetahuan dari kisah ini)%

Thursday, 16 October 2014


Polisi ancam turunkan Bendera Aceh jika dikibarkan saat pemilu

Reporter : Afif | Senin, 3 Maret 2014 21:30



Polisi ancam turunkan Bendera Aceh jika dikibarkan saat pemilu
Bendera GAM. REUTERS
Merdeka.com - Kapolda Aceh Husen Hamidi mengancam akan menurunkan Bendera Aceh bila dikibarkan saat pemilu. Hal itu menyusul kondisi masa tenang (cooling down) masalah Bendera Aceh antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah berjuluk Serambi Mekkah itu.

"Kita akan turunkan kalau ada yang mengibarkan bendera Aceh, baiknya kibarkan bendera partai saja," kata Husen, Senin (3/3).

Imbauan agar tak mengibarkan bendera bergambar bulan bintang itu juga datang dari Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Dia meminta kepada seluruh kontestan Pemilu Legislatif (Pileg) agar menahan diri sementara waktu untuk tidak mengibarkan Bendera Aceh, terutama saat pelaksanaan kampanye mulai 16 Maret sampai 5 April 2014 nanti.

"Karena partai sudah ada bendera masing-masing, sebaiknya kibarkan bendera partai saja, jangan kibarkan bendera Aceh dulu," kata Zaini Abdullah di Banda Aceh, Senin (3/3).

Zaini Abdullah menjelaskan, persoalan Bendera Aceh yang berlambang Bulan Bintang itu kini sedang cooling down. Nanti setelah pemilu legislatif (pileg) akan dibahas kembali keberadaan pengibaran bendera Aceh.

Hal senada juga disampaikan oleh Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Tanribali Lamo. Menurut dia kalau sedang masa cooling down dan itu sudah disepakati kedua belah pihak, maka tidak boleh ada aktivitas apapun terkait dengan Bendera Aceh.

"Kibarkan bendera partai saja dulu," ujar Tanribali.
[mtf]
FOLLOW


KOMENTAR ANDA
BE SMART, READ MORE
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE